MAKASSAR – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mematangkan persiapan untuk menggelar konferensi energi tingkat regional. Langkah ini bertujuan untuk merumuskan peta jalan transisi energi yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan bagi masyarakat luas. Selain itu, pertemuan ini akan menghadirkan berbagai pakar lingkungan, akademisi, hingga perwakilan komunitas masyarakat adat dari berbagai daerah. Tim panitia fokus pada penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan mereka serahkan kepada pemerintah daerah.
Pihak aktivis lingkungan menilai bahwa ketergantungan terhadap energi fosil harus segera berakhir demi keselamatan iklim global. Oleh karena itu, Walhi Sulsel mulai menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah organisasi masyarakat sipil guna memperkuat barisan advokasi. Hal ini sangat penting guna memberikan tekanan positif bagi percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Sulawesi Selatan. Respon dari berbagai elemen menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap rencana penyelenggaran forum strategis ini bagi warga Sulsel sendiri.
Mengawal Kebijakan Energi yang Inklusif dan Adil
Walhi Sulsel menekankan bahwa transisi energi tidak boleh merugikan hak-hak dasar masyarakat lokal di sekitar area proyek. Sebab, pembangunan infrastruktur energi sering kali berdampak langsung pada ruang hidup serta kelestarian ekosistem hutan maupun laut. Kondisi ini tentu menuntut adanya keterbukaan informasi serta partisipasi publik yang bermakna dalam setiap pengambilan keputusan. Terutama, perlindungan terhadap sumber daya air dan lahan produktif warga harus tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
Pihak penyelenggara juga berkomitmen untuk terus menyuarakan pentingnya kedaulatan energi berbasis komunitas di tingkat akar rumput. Selanjutnya, rangkaian diskusi pra-konferensi akan berlangsung di beberapa kampus guna menjaring aspirasi dari kalangan mahasiswa serta peneliti muda. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan setiap draf resolusi yang lahir nanti memiliki dasar kajian ilmiah yang sangat kuat. Berikut adalah poin utama fokus konferensi tersebut:
Baca juga:Unhas Resmikan Pusat Bahasa Arab
| Fokus Diskusi | Deskripsi Tindakan |
| Transisi | Peralihan dari Energi Fosil ke Energi Bersih |
| Advokasi | Perlindungan Hak Masyarakat Adat dan Lokal |
| Kebijakan | Rekomendasi Peta Jalan Energi Daerah |
| Kemitraan | Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Lingkungan |
Harapan untuk Masa Depan Lingkungan Sulawesi Selatan
Oleh sebab itu, Walhi Sulsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan konferensi energi ini. Sinergi yang kuat antara pemerhati lingkungan dan pengambil kebijakan menjadi modal utama dalam menciptakan daerah yang tangguh iklim. Maka dari itu, setiap suara dari pelosok desa harus mendapatkan ruang untuk didengar dalam forum berskala regional tersebut. Pemerintah juga diharapkan dapat menyambut baik setiap masukan konstruktif demi kemajuan pembangunan yang hijau.
Sebagai penutup, konferensi energi di Makassar ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi penguatan gerakan lingkungan di Sulawesi Selatan. Setelah itu, tim perumus akan segera memublikasikan hasil kesepakatan forum agar dapat mereka akses secara luas oleh publik. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat masa depan bumi semakin sehat serta layak huni bagi generasi mendatang. Hal ini akan menjadi langkah nyata dalam upaya menjaga kelestarian alam serta keadilan sosial di wilayah timur Indonesia.





